Mungkin pertanyaan ini yang saya tanyakan kepada seorang sahabat. Perlukah kita selingkuh?. Pertanyaan ini muncul ketika saya mencoba untuk sekedar iseng guyonan saya sayangku. "Sayang aku boleh gak selingkuh??" pertanyaan ini berani saya sampaikan setelah beberapa waktu sebelumnya kita berdua pernah berbincang tentang seorang teman yang "Selingkuh" dan pasti banyak orang akan mengira bahwa mas ini selingkuh.
"Ya pastinya mas ini melakukan itu bukan keinginan dia, dan sebetulnya dia sudah memperhitungkan segala resikonya" Seketika itu juga aku tertegun dan segera menimpali jawaban sayangku "gak bisa donk yang... harusnya kamu salahkan dia donk! dia kan laki-laki dan berselingkuh, kenapa kamu bisa gak nyalahin" pembicaraan kami memanas, namun masih dalam kemesraan coz kami berdua sedang dalam perjalanan ke suatu tempat.....
"Kita gak bisa menyalahkan, yang jelas mas ini punya rencana dan pasti memiliki perhitungan sendiri dan kita tidak pernah tahu masalah dia sesungguhnya seperti apa" balasnya. Mendengar jawaban seperti ini sedikit curiga sih.... "Atau kamu juga selingkuh??...." wah jadi mengarahkan ke pembicaraan yang lainnya . "Kalo aku selingkuh yaang... mana mungkin aku bisa all out sama kamu....dassar!!!" sambil mengetok helm yang kupake....
"Kalo perlu kamu juga boleh kok yang.... coba mbeling" mbeling it means "curang" hehehe... it's javanese wetan (malang, surabaya) hahaks..
Wah kata-kata ini membuat aku lebih curiga lagi. "Tuh kan bener, kamu pengen selingkuh juga kan?! hemm... gak ah kalo aku selingkuh kamu nanti akan ikut selingkuh dan punya alasan untuk ninggalin aku" jelasku..
"yeee... kalo aku pengen putus sama kamu ngapain nunggu sampe kamu selingkuh... dassar!!!" sambil getok helm lagi dan semakin memeluk lebih erat ^_^
Tapi saya tahu betul yayangku ini benar2 sayang ma aku dan dia adalah orang yang setia....:p
-----
Beberapa percakapan ini mungkin membuat kita banyak bertanya kenapa dalam tulisan ini ada pendapat bahwa
1. Suatu perselingkuhan (tahap penjajagan) belum tentu karena kita ingin menyakiti seseorang
2. Suatu perselingkuhan juga perlu dicoba bagi Anda yang baru saja memulai hubungan pacaran yang dimaksudkan. Mungkin supaya kita bisa tahu dan mengerti bagaimana rasanya berselingkuh
3. Kita tidak bisa men-judge bahwa pelaku selingkuh itu salah dan benar-benar salah
4. Kita harus benar-benar melihat masalah apa yang terjadi sehingga perselingkuhan ini bisa terjadi. Karena banyak faktor. Dan jika kita tidak tahu benar masalah apa yang dihadapi oleh pelaku selingkuh mendingan kita hanya diam "Ngapain ngurusin urusan orang??!!" hahakz
Nah yang paling dipertanyakan adalah
"Pada tahap penjajagan, pacaran dan sebelum terjadi ikatan rumah tangga. Apakah perlu kita mencoba selingkuh???"
dan
"bagaimana jika kekasih Anda menganjurkan??"
2 comments:
mmm... kalo emang dianjurkan kenapa enggak mulai aja buat komitmen baru misal nya open relationship,
jadi status "pacaran", "nikah", tapi tetep boleh jalan dengan orang lain..
pertanyaan nya adalah..
"saat pacar mengatakan "silahkan selingkuh", apa di balik itu pacar enggak ada keinginan juga ingin mendapat kesempatan yang sama??"
nah kalo ternyata pacar minta hak yang sama apa kita siap??
Thanks for your comment,
Benar juga sih, kita juga harus berpikir apakah pasangan kita tidak menuntut hal yang sama, itu juga sudah kita bicarakan. Nah misalnya ada tujuan lain dibalik pasangan kita ngomong "Ya... kalo kamu rasa perlu ya...silakan aja..." dengan tujuan apa? tujuannya adalah supaya kita merasakan bagaimana tidak enaknya jika kita selingkuh, jadi kita diminta untuk mencoba bagaimana dengan statement seperti itu???
btw thanks..
Post a Comment